SD Ibnu Katsir Berau (di bawah Yayasan Pendidikan Islam Imam Syafi’i Berau, Kalimantan Timur) membutuhkan guru sekaligus da’i dengan kriteria sebagai berikut:

* Lulusan sarjana pendidikan Islam (S1)
* Masih lajang
* Sehat jasmani dan rohani
* Bisa memberikan tausiyah atau kajian

Fasilitas:
* Tiket pesawat untuk berangkat dijamin oleh yayasan
* Gaji pokok (standar UMR kota Berau)
* Gaji dari mengajar di SD
* Tunjangan-tunjangan
* Tempat tinggal disediakan
* Difasilitasi kendaraan
* Tiket liburan PP (setahun sekali)

Job deskripsi:
* Mengajar di SD Ibnu Katsir Berau
* Mengisi kajian di beberapa masjid

Info lebih lanjut silakan hubungi Ustadz Abu Hafshah Ridwan Mauludin, S.Pd.I (081 904 064 803)


read more

Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia” (HR. Tirmidzi No 2685)

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan agama saja. Betapa mulianya kedudukan seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Untuk meraih kesempatan di atas, pesantren de Muttaqin membuka pendaftaran untuk calon guru di pesantren de Mutaqin Yogyakarta

Pesantren de Muttaqin adalah sekolah setingkat SD, SMP dan SMA yang memiliki visi untuk mencetak generasi muda yang berakidah lurus, berakhlak mulia, beribadah yang benar, penghafal al Quran dan menguasai bahasa asing.

Fasilitas guru pesantren:

1. Gaji bulanan
2. Tempat tinggal (diutamakan yang belum berkeluarga)
3. Makan
4. Pendidikan pra jabatan (Januari – Juni 2015 di Yogyakarta)

Fasilitas selama pendidikan pra-jabatan:

1. Mendapatkan uang saku bulanan
2. Mendapatkan tempat tinggal dan makan
3. Mendapatkan pendidikan yaitu:
a) Bahasa Inggris
b) Intensif Psikologi Pendidikan
c) Metodologi Mendidik dan Mengajar
d) Bahasa Arab
e) Tahfidz Al-Qur’an lanjutan

Syarat Masuk:

1. Lulus pesantren atau universitas
2. Lancar berbahasa Arab
3. Hafal Al-Qur’an minimal 5 juz
4. Sanggup menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dalam waktu 2 tahun
5. Diutamakan yang belum berkeluarga

Cara pendaftaran:

1. Ketik sms ke no 0813 3181 8866 dengan format :
Daftar/nama/(pondok/universitas)/usia/asal daerah/no Hp
Misal: Daftar/Hasan Jaiz/LIPIA/25/Jakarta/0815678910
2. Kirim CV dan file berkas lengkap (scan/foto) melalui email: info.demuttaqin@gmail.com . Berkas yang dikirimkan adalah sebagai berikut:
a. CV lengkap
b. Pas foto
c. Ijazah pondok/kampus
d. Surat rekomendasi pondok/kampus/ustadz
e. Sertifikat kegiatan yang pernah diikuti
3. Semua berkas dibawa asli (untuk ditunjukkan) dan fotocopy (untuk diserahkan) saat wawancara

Jadwal Seleksi:
1. Test dan wawancara seleksi dilakukan setiap hari sabtu di wisma tahfidh Al Quran de Muttaqin
2. Pengumuman hasil seleksi : 31 Desember 2014
3. Registrasi ulang : 1 – 6 Januari 2015
4. Briefing : 7 Januari 2015
5. Mulai Pendidikan : 8 Januari 2015

Informasi:
Wisma Mahasiswa Tahfizh Al Quran “de Muttaqin
Pogung Dalangan RT 08/50 No 25, Sinduadi, Mlati, Sleman (Sebelah timur Masjid Pogung Raya)
HP: 081331818866
Email: info.demuttaqin@gmail.com

Sumber: Fanpage Moslem Channel


read more

Posisi yang Dibutuhkan:

1. Guru PAI
2. Admin

1. Syarat-Syarat untuk Posisi Guru PAI
– Ijazah S1 jurusan PAI
– TIDAK MEROKOK
– Mampu bekerja tim
– Siap berjuang dengan bisyarah (gaji) awal masih di bawah UMR

2. Syarat-Syarat untuk Posisi Admin
– Mahir komputer minimal program microsoft office
– Siap belajar pengarsipan
– Mampu memposisikan diri di antara mitra maupun atasan
– Ijazah minimal D1 komputer
– TIDAK MEROKOK
– Mampu bekerja tim
– Siap berjuang dgn bisyarah (gaji) masih di bawah UMR

Untuk syarat-syarat lain menyesuaikan.
Bagi yang berminat silahkn hubungi Ustadz Dimas Novianto di 085 648 656 097

Catatan:
1. Semua pelamar akan melalui proses tes dan interview dan tidak ada jalur khusus.
2. Yayasan Group Sari Bumi tidak pernah menjanjikan jabatan tanpa tes.
3. Kewenangan merekrut guru ada ditangan (rapat) yayasan, bukan kepala sekolah, oknum, atau personal anggota yayasan.
4. LPI Sari Bumi telah memperoleh izin resmi dari Kemendiknas sejak tahun 2011, maka dari itu legalitas guru dan murid terjamin. Para guru pun dipersilahkan untuk mengikuti sertifikasi.
5. Lowongan pekerjaan ini akan ditutup jika kriteria yang dibutuhkan telah terpenuhi.


read more

Yayasan Muslim Asia (Asia Muslim Charity Foundation – AMCF) membutuhkan professional muda untuk bekerja di Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam yaitu Mahad Hasan bin Ali Samarinda, Mahad Al-Kazhim Ternate dan Mahad Al-Khansa Pontianak untuk posisi:

DOSEN BAHASA ARAB dengan kualifikasi:

1. Pria/Wanita, Lulusan S1 Timur Tengah dan LIPIA Jakarta
2. Berakhlak Islami dan tidak merokok
3. Menguasai bahasa arab baik lisan maupun tulisan
4. Mampu mengopersikan MS-Office dan internet
5. Memiliki jiwa kepemimpinan dan manajerial yang baik
6. Bersedia ditempatkan di Samarinda, Pontianak dan Ternate

Kirim Lamaran ke :

Mahad Ali bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Kompleks Masjid KH. Ahmad Dahlan Lt.1 dan 2 UMY
Jl. Lingkar Selatan Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Tlp.0274-7104849

Atau kirim via email ke: ali@almaahid.com

Sumber: www.job.pengusahamuslim.com


read more

Bismillah,
Lowongan Kerja Dakwah

Kembali Radio Kita Cirebon membutuhkan :
A. Penyiar
Syarat :
1. Suara standar.
2. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
3. Memahami dasar-dasar agama.
4. Bermanhaj Salaf Ahlussunnah wal Jamaa’ah.
5. Mampu mengoprasikan komputer.
6. Siap bekerja dalam Tim.
7. Tangguh, ulet siap berjuang di Jalan dakwah.
8. Minimal Lulusan SLTA, lulusan SMK Broadcasting diutamakan.

B. Tenaga IT dan Editor Video
1. Memahami dasar-dasar agama.
2. Bermanhaj Salaf Ahlussunnah wal Jamaa’ah.
3. Mempunyai kemampuan dalam bidang IT : Software, admin dan building web, admin medsos, problem soving (virus, error, dll), dll.
4. Siap bekerja dalam Tim.
5. Tangguh, ulet siap berjuang di jalan dakwah.
6. Minimal lulusan SLTA, lulusan SMK IT diutamakan.

Lamaran bisa diajukan ke assunnahcrb@gmail.com, lowongan pekerjaan ini dibuka hingga 30 November 2014 konfirmasi ke WA 087729900923
Sumber: Fanpage Radio Assunnah Cirebon


read more

Mau penghasilan tambahan plus pahala?

Yufid.TV sedang mencari freelancer editor video dakwah:

(1) Punya kemampuan skill video editing yang standar, Anda dapat melihat video YUFID.TV terbaru sebagai acuan:

– http://www.youtube.com/watch?v=ZMiTws9G2ik&list=UUX-4mrOc5r691SzDhHtkOgw

– http://www.youtube.com/watch?v=8UoPCnbIYEg&list=UUX-4mrOc5r691SzDhHtkOgw

– http://www.youtube.com/watch?v=AywY92asrGE&list=UUX-4mrOc5r691SzDhHtkOgw

ATAU YANG LEBIH BAIK LAGI

– http://www.youtube.com/watch?v=yzdNtQsc8kU&list=PLUuYlj8dcEXZVdyz1csiYNEF_h5D1nP0J

– http://www.youtube.com/watch?v=JiiFJfJKCS4

(2) Kerja dengan target perminggu

(3) Bisa dikerjakan di rumah masing-masing menggunakan peralatan video editing sendiri.

(4) Honor dihitung per-video.

(5) Diutamakan domisili di Jogja dan sekitar untuk lebih memudahkan koordinasi.

(6) Serius dan punya komitmen.

Silakan kirimkan lamaran + contoh video hasil karya editing (cukup linknya saja) ke email: info@yufid.org (CC ke email: banghen@gmail.com)
Sumber: Fanpage Resmi Yufid TV


read more

Dalam kehidupan bermasyarakat yang kompleks dan beragam diperlukan seseorang yang dapat memimpin agar terciptanya masyarakat yang aman sejahtera dan sentosa. Setiap orang pasti mengkehendaki seorang pemimpin yang adil, amanat dan jujur. Apalagi seorang muslim yang beriman kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya pasti menginginkan adanya pemimpin yang bertaqwa, shalih, jujur, amanat, dan adil sehingga terwujudnya masyarakat atau negara yang sejahtera dan menegakkan syariat Islam. Akan tetapi apabila pemimpin tersebut tidak sesuai yang mereka dambakan.

Maka timbullah gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan kudeta atau kekacauan di tengah-tengah asyarakat. Sehingga terjadilah kekacauan, kerusuhan, pengerusakan fasilitas-fasilitas umum dan yang parahnya lagi sampai adanya usaha untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Dari sini timbul polemik dan permasalahan di tengah masyarakat yang tidak mengetahui agama Islam yang benar ini, bagaimana sikap seorang muslim terhadap pemimpinnya? erikut ini kami suguhkan beberapa kalimat yang menjelaskan sikap seorang muslim terhadap pemimpinnya baik dia seorang yang shalih ataupun fajir. Para ulama ahlus sunnah wal jamaah telah menjelaskan hal ini secara gamblang dalam kitab-kitab akidah mereka. Sehingga apa yang kami jelaskan di bawah ini bukanlah dari hawa kami, namun dari ulama. Inilah sikap seorang muslim ahlus sunnah wal jamaah terhadap pemimpinnya.

1). Mentaati pemimpin dalam perkara yang ma’ruf.
Hal tersebut merupakan kewajiban seorang muslim. Allah ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. an-Nisa’: 59)

Adapun dari hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Wajib atas seorang muslim untuk mendengar dan taat (terhadap pemimpin) pada apa-apa yang dicintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan maka tidak boleh mendengar dan taat” (Muttafaq ‘alahi)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata dalam kitab tafsirnya: “Allah memerintahkan kaum muslimin utuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, hal itu dilakukan dengan cara melaksanakan perintahnya dan dan menjauhi larangannya. Dan Allah memerintahkan untuk taat kepada ulil amri, mereka adalah para pemimpin dari kalangan amir, hakim dan muIfti. Sesungguhnya tidak akan berjalan perkara agama dan dunia kecuali dengan menaati dan tunduk kepadanya dalam rangka mentaati perintah Allah dan mengharap ganjaran di sisi-Nya, akan tetapi dengan syarat tidak dalam bermaksiat kepada Allah, apabila mereka memerintahkan kepada kemaksiatan maka tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Sesungghnya ahlus sunnah wal jamaah memandang bahwasanya bermaksiat tehadap pemimpin yang muslim merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa yang menaatiku maka ia telah taat kepada Allah, barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka ia telah bermaksiat kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada pemimpinku maka ia telah taat kepadaku dan barangsiapa yang bermaksiat kepada pemimpinku maka ia telah bermaksiat kepadaku”. (HR. Bukhari)

2). Mentaati pemimpin baik yang shalih maupun yang zhalim.
Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata: “Wahai Rasulullah, dahulu kita berada dalam keburukan kemudian Allah datang memberikan kebaikan dan kita berada di atasnya apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan lagi? Rasulullah menjawab: “Ya”. Kemudian Hudzaifah berkata: “Apakah setelah keburukan akan ada kebaikan? Rasulullah menjawab: “Ya,” Kemudian hudzaifah bertanya: “Apakah setelah kebaikan akan ada keburukan? Rasulullah menjawab: “Ya,” Kemudian hudzaifah bertanya kembali: “Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Rasulullah bersabda: “Akan datang setelahku, pemimpin-pemimpin yang yang tidak mengambil petunjukku, mengambil sunnah bukan dari sunnahku. Dan akan ada orang-orang yang hati mereka seperti hati syaithon dalam tubuh manusia.
Lalu aku berkata: “Wahai Rasulullah, apa yang aku perbuat jika keadaaan tersebut menjumpaiku?” Rasulullah menjawab: “Dengar dan taatilah pemimpin, walaupun punggungmu dipukul dan hartamu diambil, dengarkan dan taati! (HR. Muslim)

3). Tidak melakukan demonstrasi, pemberontakan, kudeta atau keluar dari ketaatan mereka.
Para imam ahlus sunnah wal jamaah tidak pernah memerintahkan kaum muslimin untuk mendemostrasi, mengumbar kejelekan pemimpin di muka umum, baik di media massa maupun di media elektronik, apalagi melakukan pemberontakan, mengangkat senjata dan keluar dari ketaatan pemimpin. Ahlus sunnah wal jamaah mengambil teladan dari para salafush shalih. Lihatlah bagaimana sikap para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum ketika dipimpin oleh pemimpin yang kejam lagi bengis, yaitu Hajjaj bin Yusuf. Tidak ada satupun dari sahabat mendemonstrasi, memberontak apalagi menggulingkan Hajjaj bin Yusuf. Pada saat itu ia pemimpin yang banyak membunuh ulama-ulama yang hidup sezaman dengannya.

4). Wajib atas seorang muslim bersabar ketika dipimpin oleh pemimpin yang zholim.
Ketika seorang muslim diuji dengan pemimpin yang zhalim maka hendaknya ia tetap bersabar atas cobaan tersebut. Perhatikanlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
“Barangsiapa yang meilhat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya maka bersabarlah. Sesungguhnya barangsiapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja kemudian ia meninggal maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah”. (Muttafaq ‘alaihi)

Al-Imam Ibnu Abil ‘Izz rahimahullah berkata dalam kitabnya yang berjudul Syarah al-‘Aqidah ath-Thahhawiyyah: “Hukum taat kepada pemimpin adalah wajib (selama tidak dalam kemaksiatan). Karena keluar dari ketaatan mereka akan berdampak kepada kerusakan yang lebih besar daripada kezhaliman pengusa tersebut. Bahkan apabila mereka bersabar maka hal tersebut menjadi penghapus keburukan dan dapat melipatkan ganjaran (pahala).
Ketahuilah bahwasanya Allah tidak menimpakan kepada suatu kaum berupa pemimpin yang zholim melainkan balasan atas perbuatan buruk kaum muslimin tersebut. Seperti yang dikatakan al-jazaa’ min jinsil ‘amal yaitu balasan sesuai dengan perbuatan. Maka hendaklah kita bersungguh-sungguh untuk banyak beristighfar, bertaubat dan memperbaiki amal-amal”.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS.asy-Syura: 30)

5). Menasihati mereka dengan sembunyi-sembunyi tidak di depan umum.
Di antara prinsip ahlus sunnah wal jamaah adalah menasehati para pemimpin tidak secara frontal dengan membeberkan aib mereka di muka umum. Dari sini terdapat mashlahat yang sangat besar sehingga terjagalah kehormatan dan kewibawaan pemimpin di mata rakyatnya.

6). Berdoa kepada pemimpin-pemimpin kaum muslimin.
Ketika kaum muslimin diuji oleh Allah ta’ala dengan ditimpakan pemimpin yang zhalim, pemerintahan yang tidak adil, berbuat semena-mena, maka hendaknya mereka berdoa agar Allah ‘azza wa jalla memperbaiki urusan mereka. Karena baiknya urusan negeri akan berdampak baik terhadap penduduknya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh para ulama ahlus sunnah wal jamaah ketika mereka dipimpin oleh pemimpin yang zhalim.

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Sekiranya aku mempunyai sebuah doa baik yang pasti dikabulkan, maka akan aku tujukan untuk para pemimpin. Ia ditanya, “Wahai Abu ‘Ali (kunyah Fudhail bin Iyadh), jelaskan maksud ucapan tersebut? Beliau menjawab: “Apabila doa itu hanya ditujukan kepada diriku, tidak lebih hanya bermanfaat bagi diriku, namun apabila aku tujukan kepada pemimpin dan ternyata pemimpin berubah menjadi baik maka semua orang dan negara akan merasakan manfaat dan kebaikannya.”

Penutup
Setelah kami suguhkan bagaimana sikap seorang muslim yang berpegang kepada manhaj salafush shalih maka jelaslah kesesatan dan penyimpangan cara-cara yang gunakan beberapa hizb atau golongan sesat yang mengatasnamakan ahlus sunnah wal jamaah. Mereka sangat jauh dari tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama ahlus sunnah wal jamaah. Mereka berdemonstrasi di jalan-jalan, mengumbar aib-aib pemimpin di tengah-tengah masyarakat, bahkan yang lebih mengenaskan lagi mereka melakukan pengeboman dengan dalih bom mati syahid dalam rangka menegakkan negara Islam. Semoga Allah memperbaiki urusan-urusan pemimpin kita di bumi Indonesia. sehingga negeri tercinta Indonesia ini menjadi negeri yang Allah curahkan barakah dari langit dan bumi. Aamiin.

Oleh: Aulia Ramdanu
Sumber: www.buletinaliman.com


read more